KATA
PENGANTAR
Puji
syukur hanya milik Allah, Rabb yang maha menghendaki sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan tepat waktu. Tak lupa juga terima kasih kepada teman-teman
yang telah membantu baik dalam bentuk do’a maupun usaha sehingga makalah ini
dapat terselesaikan dengan baik dan
sesuai dengan yang diharapkan.
Makalah ini berisi tentang ini berisi tentang suatu
hasil penelitian terhadap individu pada masalah kepribadian yaitu tentang
seseorang yang sulit untuk bergaul. Makalah ini membahas tentang masalah yang
dihadapi, penyebab masalah, teori psikologi dan solusi bagi masalah yang
dihadapi tersebut.
Melalui makalah ini diharapkan kita dapat mengetahui
tentang masalah kepribadian khususnya dalam menyikapi bagaimana seseorang
kesulitan dalam bergaul. Dibalik kita mengetahui masalahnya kit juga tahu apa
penyebabnya, bagaimana teorinya serta solusi apa yang diambil utuk
menyelesaikan masalah ini.
Bandung, 31 Maret 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman Judul.......................................................................................................................... -
Kata Pengantar......................................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................................... ii
Bab 1.Pendahuluan
1.1 Latar Belakang............................................................................................................
1
Bab 11.Deskripsi Subjek
2.1 Deskripsi Subjek.......................................................................................................... 2
Bab III. Deskripsi Masalah
3.1 Deskripsi Masalah........................................................................................................ 3
Bab IV Analisis Kasus
4.1
Analisis Kasus............................................................................................................... 4
Bab V Teori Psikologi
5.1 Teori
Psikologi.............................................................................................................. 5
Bab VI Langkah-langkah Solusi
6.1
Langkah-langkah Solusi................................................................................................ 6
Bab VII Penutup
4.1 Kesimpulan................................................................................................................... 4
BAB
1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Secara
alamiah, manusia butuh bergaul dengan manusia lainnya. Manusia tidak bisa hidup
tanpa ikut campur dari manusia lainnya. Itu karena manusia adalah mahluk sosial
yang membutuhkan orang lain untuk bisa hidup berdampingan.
Dari sifat alamiah manusia itu, maka terbentuklah lingkungan
sosial tempat manusia mengekspresikan dirinya dan bergaul dengan sesamanya.
Dari pergaulan itulah muncul berbagai macam interaksi antara manusia, yang bisa
jadi merugikan dan sangat menguntungkan
Karena kita tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial dan
sangangat membutuhkan manusia lain dalam hidupnya, namun pada kenyataannya
banyak sngekali manusia yang cenderung sulit untuk berinteraksi dan bergaul
dengan manusia lainnya.
Berdasarkan hal tersebut, maka penting di cari solusi untuk
menyelesaikan atau setidaknya mengurangi kecenderungan seperti ini, karena
hal ini sangat penting dan sangat
berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
Makalah ini berisi tentang satu kasus yang bertemakan
“kesulitan bergaul dalam lingkungan masyarakat”. Disini saya akan mencoba
menjabarkan masalah yang ada, menganalisis kasus atau apa yang menjadi penyebab
hal tersebut dan sekaligus memberikan solusi yang sesuai dengan teori yang ada.
BAB II
DESKRIPSI SUBJEK
2.1 Deskripsi Subjek
Dalam makalah ini saya melakukan penelitian terhadap
teman saya yang berdata sebagai berikut :
Nama : -
Tempat
lahir : -
Tanggal
Lahir : -
Alamat : -
Hobi :
Main Game
BAB III
DESKRIPSI MASALAH
3.1 Deskripsi
Masalah
Sesuai dengan tema yang sudah kita ketahui bersama,
masalah yang dimilki oleh teman saya ini adalah kesulitan dalam bergaul.
Berdasarkan dialog yang saya lakukan dengan
mengajukan beberapa pertanyaan, dapat saya garis bawahi kepribadian beliau
dalam segi kehidupan sosial ini diantaranya :
a. Cenderung lebih
senang berdiam diri dirumah
Penjelasan : karena menurut saya berdiam dirumah itu
lebih tenang dan lebih betah dirasakan karena bercengkrama dengan orang yang
sudah biasa yaitu orang tua.
b.
Sulit untuk
membuka pembicaraan dengan orang lain
Penjelasan : ketika berbicara dengan orang lain
apalagi orang yang baru kenal, saya merasa bahan pembicaraan itu seakan tidak
ada dan benar-benar terasa kaku sehingga menyebabkan ketidak nyamanan.
bicara saya menjadi tidak jelas, bahkan tak
jarang nada suara menjadi gemetar.
c.
Tertutup dalam
hal pribadi meskipun dengan teman akrab
Penjelasasn : Tentang masalah pribadi saya tidak suka
orang mengetahuinya, karena perasaan malu yang saya punya menyebabkan
kepercayaan diri yang kurang.
BAB IV
ANALISIS KASUS
4.1 Analisis
Kasus
Disini dapat disimpulkan beberapa penyebab dari prilaku
dalam kasus ini, yaitu diantaranya :
a.
Kepribadian yang
tertutup
Penyebab seseorang
sulit bergaul yang pertama adalah kepribadian yang tertutup (introvert).
Kepribadian ini seringkali terjadi karena faktor genetik, yakni diturunkan dari
orang tua terhadap anaknya. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan
kepribadian introvert bisa diubah asalkan ada niat dan kemauan untuk mengubah
kepribadian itu sendiri.
b.
Kebiasaan yang
sudah tertanam dialam bawah sadar
Penyebab seseorang
sulit bergaul yang berikutnya
adalah kebiasaan yang telah tertanam dalam pikiran bawah sadar. Kebiasaan
seperti rasa minder, malu dan tidak percaya diri yang pada akhirnya menyebabkan
kesulitan dalam bergaul telah tertanam dalam pikiran bawah sadar. Saat sesuatu
telah tertanam dalam pikiran bawah sadar, maka secara otomis kebiasaan tersebut
akan dilakukan tanpa sadar.
c.
Tidak percaya
diri
Penyebab seseorang
sulit bergaul yang terakhir
adalah tidak percaya diri. Ketidakpercayaan akan kemampuan diri dalam bergaul
dengan orang lainlah yang menyebabkan seseorang akhirnya benar-benar
menyebabkan seseorang sulit bergaul.
d.
Lingkungan yang
tertutup
Lingkungan yang
tertutup menjadi penyebab seseorang sulit bergaul berikutnya. Lingkungan yang
tertutup menyebabkan tidak adanya kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang
disekitar. Lingkungan yang tertutup inilah yang pada akhirnya bisa menyebabkan
seseorang yang seharusnya pandai bergaul menjadi kesulitan dalam bergaul.
BAB V
TEORI PSIKOLOGI
5.1 Teori Psikologi
Teori yang dipakai dalam kasus ini adalah teori
Psikoanalisis, sesuai dengan masalah yang ada yaitu berkaitan dengan
kepribadian. Psikoanalisis sendiri adalah satu cabang ilmu sebagai
studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Prespektif dasar dari
psikoanalisis adalah bahwa tingkah laku orang dewasa merupakan refleksi
(penjelmaan) pengalaman masa kecilnya. Teori ini menekankan bahwa orang
bergerak melalui suatu tahapan (stage) yang pasti selama tahun-tahun awal
perkembangannya yang berhubungan dengan sumber-sumber kesenangan seksual (seksual
pleasure). Tahapan ini ditandai dengan tahap oral, anal, phalik dan
genital. Teori psikoanalisis juga memperkenalkan konsep ketidaksadaran sebagai
bagian kepribadian, dimana terletak keinginan-keinginan, impuls-impuls dan
konflik-konflik yang dapat mempunyai pengaruh langsung pada tingkah laku. Pada
dasarnya tingkah laku individu dipengaruhi atau dimotivasi oleh determinan
kesadaran maupun ketidak sadaran.
Konsep-konsep
Freud dalam psikoanalisis. Aparat-aparat psikis menurut Freud dapat digolongkan
ke dalam tiga golongan, yaitu libido, struktur kejiwaan, dan struktur
kepribadian.
a. Libido
Libido adalah energi vital. Energi vital ini sepenuhnya bersifat
kejiwaan dan tidak boleh dicampurkan dengan energi fisik yang bersumber pada
kebutuhan-kebutuhan biologis, seperti lapar dan haus. Freud mengatakan bahwa
energi vital ini bersumber pada seks. Namun, seks disini ia artikan sangat
berbeda dari artinya yang biasa dikenal sehari-hari.
b. Struktur Kejiwaan
Jiwa oleh Freud dibagi dalam tiga
bagian, yaitu kesadaran (consciousness), prakesadaran (preconsciousness)
dan ketidaksadaran (unconsciousness).
Kesadaran adalah
bagian kejiwaan yang berisi hal-hal yang disadarinya, diketahuinya. Fungsi
kesadaran diatur oleh hukum-hukum tertentu yang dinamakannya “proses sekunder”,
yaitu logika. Kesadaran jiwa berorientasi pada realitas dan isinya berubah
terus. Isi kesadaran terdiri dari hal-hal yang terjadi di luar maupun di dalam
tubuh seseorang.
Prakesadaran adalah bagian kejiwaan yang
berisikan hal-hal yang sewaktu-waktu dapat dipanggil ke kesadaran melalui
asosiasi-asosiasi. Freud tidak memperinci proses yang terjadi pada prakesadaran
dan bagian ini memang kecil perannya dalam sistem kejiwaan yang diajukannya.
Ketidaksadaran
merupakan bagian yang terpenting dan paling banyak diuraikan dalam sistem kejiwaan Freud. Bagian ini
berisi proses-proses yang tidak disadari, tetapi tetap berpengaruh pada tingkah
laku orang yang bersangkutan. Proses yang tidak disadari itu dinamakan “proses
primer” dan ditandai emosi, keinginan-keinginan (desire), dan insting.
Realitas tidak mendapat tempat dalam kesadarannya.
c. Struktur
kepribadian
Ada tiga sistem
yang terdapat dalam struktur kepribadian, yaitu id, ego dan super ego.
1. Id
adalah sumber segala energi psikis. Jiwa seorang bayi yang baru lahir hanya
terdiri dari id. Isinya adalah impuls-impuls yang berasal dari
kebutuhan-kebutuhan biologis dan impuls-impuls inilah yang mengatur seluruh
tingkah laku bayi. Karena id merupakan sistem yang tidak di sadari, maka semua
ciri ketidaksadaran berlaku buat id: amoral, tidak terpengaruh oleh waktu,
tidak mempedulikan realitas, tidak menyensor diri sendiri dan bekerja atas
dasar prinsip kesenangan.
2. Ego
disamping bekerja atas dasar prinsip realitas, ego juga beroperasi atas dasar
proses berpikir sekunder. Jadi, dalam menginterpretasikan realitas ego
menggunakan logika. Selain itu, persepsi dan kognisi merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari proses sekunder tersebut. Dengan proses sekunder itu ego
menguji realitas.
3. Superego
adalah sistem moral dari kepribadian. Sistem ini berisi norma-norma budaya,
nilai-nilai sosial, dan tata cara yang sudah diserap ke dalam jiwa. Superego
merupakan perkembangan dari ego. Sifat superego sama dengan id, dalam arti
tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat, tidak mempunyai sensor diri, serta
mempunyai energi sendiri. Ia pun mengabaikan realitas, tetapi superego
mempunyai fungsi yang bertentangan dengan id. Jika id berprinsip mencari
kesenangan, superego mencari kesempurnaan (perfection). Demi
kesempurnaan itu, superego berusaha menghambat impuls-impuls dari id sehingga
tidak muncul dalam tingkah laku.
BAB VI
LANGKAH-LANGKAH SOLUSI
5.1 Langkah-langkah Solusi
Dalam langkah-langkah solusi ini kita menyesuaikan
dengan teori yang kita pakai yaitu Psikoanalisis, dengan melakukan pendekatan
personal terhadap subjek yang diteliti dengan cara menggali informasi tentang
pengalaman masa lalu yang sudah dialaminya.
Disini saya akan mencoba menjabarkan beberapa
pertanyaan yang saya berikan sekaligus jawaban yang si subjek paparkan.
a.
Pertanyaan :
Saat masih kecil apakah anda suka bermain atau diam dirumah saja ?
Jawaban : Lebih suka dirumah bersama orang
tua.
b.
Pertanyaan :
Bagaimana sikap teman anda saat anda masih kecil ?
Jawaban :
Teman saya sering mengejek saya
c.
Pertanyaan :
Ketika dulu jika anda sedang kumpul dengan teman-teman anda lalu mereka
mengobrol, apakah anda suka berkomentar atau sebatas mendengarkan ?
Jawaban : Saya lebih suka diam dan
mendengarkan
Dari data pertanyaan dan jawaban tersebut, itu sangat
sesuai dengan deskripsi masalah yang sudah saya jabarkan diatas, yang berarti
memang prilaku masa lalu kita lakukan iu sangat berpengaruh terhadap masa depan
kita.
Adapun untuk langkah penganggulangannya, ada beberapa
solusi yang dapat digunakan, yaitu diantaranya :
a.
Berfikir Positif
Hal
ini sangat penting, karena sesuatu hal atau tindakan bisa terjadi itu berangkat
dari sebuah pemikiran. Ketika pikiran kita jelek, maka akan berefek juga pada
tindakan dan tingkah laku, begitupun ketika kita berpikir positif maka langkah
yang kita ambil dan kita lalui juga akan menjadi hal yang positif.
b.
Yakin
Yakin
disini yaitu ditekankan pada keyakinan diri anda bahwa anda bisa menjadi orang
yang fleksibel dan pandai bergaul.
c.
Berani
Mulai
detik ini anda harus lebih berani mencoba untuk bergaul dengan lain.
d.
Pembiasaan
Biasakanlah
diri anda untuk dapat berhubungan baik dengan orang lain.
BAB VII
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang sudah
dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa :
a.
Prilaku yang
dimilki saat ini adalah hasil dari pembentukan prilaku yang dilakukan pada masa
lalu.
b.
Hal buruk yang
dialami pada masalalu menjadi bayang-bayang pada masa depan atau bahkan
membentuk sebuah kepribadian.

0 komentar:
Posting Komentar